sumber gambar: twitter.com/@TVRINasional

PATEN TVRI, Tontonan Wajib UMKM di Masa Pandemi

TVRI adalah salah satu channel televisi yang selama ini sering saya tonton. Biasanya saya menonton tayangan berita dan olahraga terutama bulutangkis.

Namun TVRI lebih dari itu. Meski merupakan televisi yang berumur sepuh karena sudah mengudara sejak 1962, TVRI terus melakukan inovasi hingga sekarang. Dibuktikan dengan bermunculannya program acara yang mendidik, menginspirasi sekaligus menghibur. Salah satunya adalah program acara bernama PATEN.

PATEN merupakan singkatan dari Pemuda Kretif dan Keren. Program ini menampilkan ide bisnis yang kreatif dan inovatif, cara mengemas produk, tips jualan dan promosi, sampai solusi pendanaan yang seringkali dihadapi para pebisnis. Selain itu kita juga bisa belajar dari narasumber yang sudah sukses berbisnis. Pokoknya sangat lengkap ilmu yang bisa didapat hanya dari menonton tayangan ini.

PATEN bisa disaksikan setiap Jumat pukul 21.30 WIB. Dipandu oleh host Kemal Mochtar yang asyik sehingga acara ini tidak membosankan dan tidak berasa “tua”. Hehe.

Program ini menurut saya sangat keren. Bisa dilihat dari segi konsep acara yang berbeda dari tayangan TV kebanyakan. Setahu saya program seperti ini baru ada di PATEN TVRI.

Bagian yang paling saya sukai dari acara PATEN adalah bantuan yang mereka berikan kepada UMKM. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang, tetapi juga memperbaiki tampilan usaha, seperti misalnya menghias gerobak menjadi lebih menarik, memberikan perlengkapan penunjang, dan memberikan saran-saran pengembangan usaha. Bahkan UMKM juga diberikan brand/logo.

Menurut saya bantuan semacam ini sangat penting bagi UMKM. Dibandingkan hanya sekadar bantuan berupa uang yang belum tentu para UMKM tahu cara menggunakannya. Semoga saja dengan adanya tayangan ini bisa membantu UMKM untuk merancang usahanya menjadi lebih bagus lagi.

Misi Utama PATEN TVRI. (sumber: twitter.com/@TVRINasional )

Acara ini sangat layak ditonton banyak orang khususnya pelaku UMKM. Terlebih di masa pandemi ini di mana UMKM merupakan sektor yang sangat terdampak. Padahal di satu sisi kita tahu bahwa UMKM berperan penting dalam menopang perekonomian Indonesia selama ini.

Berdasarkan catatan BI yang dikutip dari katadata.co.id, terdapat 87,5% atau 2.600 UMKM di Indonesia yang terkena dampak negatif Covid-19. Sebanyak 93,2% UMKM terdampak dari sisi penjualannya di mana 16,2% UMKM mengalami penurunan penjualan hingga 25%, 40% UMKM mengalami penurunan penjualan 25-50%, 28,2% UMKM mengalami penurunan penjualan 51-75%, dan 15,6% UMKM penjualannya anjlok di atas 75%.

Dari segi jumlahnya, UMKM juga mengalami penurunan. Tahun 2017 UMKM berjumlah 60,4 juta unit. Terus meningkat menjadi 62,6 juta unit pada 2018 dan 64,7 juta unit pada 2019. Namun jumlah ini kemudian menurun drastis pada 2020 ketika pandemi datang hingga akhirnya menjadi 34 juta unit saja.

Melihat kondisi Covid-19 sekarang yang masih belum terkendali, mau tidak mau UMKM harus secepatnya melakukan perubahan. Merupakan kesalahan jika hanya berdiam diri apalagi pasrah dengan keadaan.

Masih menurut catatan BI bahwa terdapat 12,5% UMKM yang tidak terdampak Covid-19. Hal ini dikatakan karena mereka mampu beradaptasi misalnya dengan berjualan secara online, menambah produk, efisiensi biaya, fokus ke usaha sampingan dan strategi lainnya.

Strategi-strategi bertahan untuk UMKM tersebut sangat sesuai dengan bahasan yang ada di program acara PATEN. Karena itu kita semua berharap program tayangan PATEN menjadi salah satu pihak yang bisa menjadi inspirasi perubahan sehingga UMKM tetap bertahan dalam kondisi krisis sekarang ini.

Apabila UMKM bangkit niscaya ekonomi akan kuat.

PATEN TVRI, memang keren!!!

0Shares
Muhammad Noor Fadillah

Menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Memiliki ketertarikan di bidang manajemen, marketing, dan penulisan. Suka menulis berbagai hal. Mulai dari sastra, jurnalistik, ekonomi, bisnis, dan marketing. Telah menerbitkan 2 buku, 1 ebook, dan banyak tulisan lainnya yang tersebar di koran, media online, blog, dan platform lainnya.

3,208 Komentar